regarbagus.fonwar.com

Ini Kode Link Ku... Copy yach...

Pyzam Glitter Text Maker

<span id="pyzam-glittertext-start" style="display: none;"></span> <p><a href="http://regarbagus.blogspot.com/"><img border="0" alt="Pyzam Glitter Text Maker" src="http://www.pyzamstuff.com/blingfetti/0/0c/3f87e45a87e93732e8d85452782d86.gif"/></a></p>

mbh gooGle...

aku lagi suka nonton...

Iseng_

Selasa, 17 Februari 2015

KECAMBAH DAN AIR GULA UNTUK DOC

Pemberian kecambah pada DOC sebelum pengiriman bertujuan supaya tidak terjadi dehidrasi saat perjalanan,dan pemberian kecambah pada DOC setelah sampai tujuan supaya kondisi DOC kembali pulih kesehatan nya dan tidak lemah atau lemas. 
Kecambah mempunyai manfaat dapat mencegah dehidrasi, oleh karena itu DOC harus di beri kecambah sebelum pengiriman atau setelah sampai tujuan.
Untuk transportasi jarak dekat yang membutuhkan waktu jarak tempuh paling sedikit 3-4jam untuk sampai ke tempat tujuan dan paling lama pengiriman membutuhkan waktu rata-rata 12 jam. DOC yang baru menetas berumur 1 hari harus di kirim ke berbagai pelosok wilayah indonesia dengan menggunakan transportasi mobil exspedisi,kereta api(KA),atau pesawat. Apalagi DOC harus transit atau menginap di stasiun atau bandara beberapa jam,setelah itu baru melanjutkan perjalanan.Belum lagi kita tidak tahu dengan kondisi di stasiun atau bandara, yang terkadang cuaca pun tidak menentu.

Dalam perjalanan yang cukup lama  DOC tidak ada kesempatan makan atau minum. Hal ini yang membuat DOC stres berat dan dehidrasi(kehilangan cairan tubuh). Menurut penelitian dehidrasi yang di alami selama perjalanan 12 jam saja bisa kehilangan cairan berat badan sekitar 7-10cc setara dengan kehilangan berat badan 1-10gram.Dehidrasi ini di sebabkan cuaca panas saat perjalanan dan pergerakan DOC. Kalau hal ini di biarkan maka kondisi DOC akan menurun,lemah/lemas terus kemudian mati.

   Untuk mengatasi masalah tersebut,maka di anjurkan pemberian kecambah pada DOC sebelum pengiriman atau setelah sampai tempat tujuan, dan penambahan air gula begitu DOC datang juga bermaanfaat mengembalikan sebagian cairan tubuh yang hilang. Setidaknya dengan pemberian kecambah pada DOC bisa mengurangi kematian saat pengiriman.

Oleh karena itu pemberian kecambah pada DOC sebelum pengiriman sangat lah penting sebab bertujuan supaya tidak terjadi dehidrasi saat perjalanan,dan pemberian kecambah pada DOC setelah sampai tujuan supaya kondisi DOC kembali pulih kesehatan nya dan tidak lemah/lemas.


Bergabunglah bersama MITRA ABADI FARM untuk memperbarui semua informasi dan perkembangan terbaru ayam kampung dan ayam kampung super.
by docayamkampungboyolali.com

Senin, 16 Februari 2015

KANIBALISME PADA AYAM KAMPUNG

Sifat Kanibalisme juga bisa saja terjadi pada ayam, biasanya ayam akan me matuk-matuk tubuhnya sendiri bahkan memakan kawan sendiri. Kanibalisme pada ayam dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain:
  • Memicu timbulnya sifat kanibalisme karena kekurangan pakan dan defisiensi mineral (batu-batuan (grit), mineral (NaCI dan Kalsium) dan kandungan nutrisi lainnya. Kekurangan Kalsium pada ayam petelur bisa memnyebabkan ayam mematuk telur untuk mencukupi kebutuhan Kalsium. Ayam akan mematuk bulu, pial, jari-jari kaki ayam lainnya pada ayam broiler, bahkan bisa saja menyebabkan kematian.
  • Suhu ruang yang meningkat akibat kepadatan populasi dalam kandang akan mengakibatkan ayam akan saling berebut atau bertarung yang menyebabkan kanibalisme untuk mendapatkan tempat yang nyaman.
  • Umur yang tidak seragam bisa menyebabkan ternak yang dewasa menyerang ternak yang lebih muda, akan fatal bila pematukan terkena organ vital maupun organ lainya.
  • Unggas yang stres akibat keadaan suhu kandang yang terlalu dan lembab. Hal ini dapat memicu timbulnya kanibalisme karena ternak berusaha melepaskan panas tubuh dengan mencari tempat yang nyaman.
  • Secara alamiah ternak akan berebut makanan,ternak akan saling mematuk satu sama lain jika tempat pakan yang tersedia terlalu sedikit, baik dari segi jumlah maupun luasnya.
  • Rasa gatal yang disebabkan oleh kutu, caplak, tungau, dan pinjal juga menyebabkan kanibalisme, ayam akan mematuk-matuk tubuhnya bahkan sampai berdarah.
  • Sifat alami ayam yang mematuk warna merah seperti jengger, ayam akan mematuk jengger unggas lainnya hal ini sering terjadi pada ayam kampung dan ayam petelur.

kiat-kiat untuk mengatasinya, antara lain :
  • Menambah pakan dan air bersih, kalau perlu air minum ditambah dengan sedikit garam dapur, yaitu 5g/liter air selama dua (2) hari berturut-turut.
  • Agar ternak dapat dengan mudah melepas panas tubuhnya, populasi kepadatan ayam dalam kandang dikurangi supaya banyak menyisakan ruang gerak. Kepadatan kandang sebaiknya 11-12 per meter persegi, hal ini untuk daerah pegunungan. Untuk memelihara dalam bentuk koloni, sebaiknya umur ternak harus seragam, karena unggas yang lebih muda akan menjadi sasaran kanibalisme.
  • Suhu ideal untuk unggas sekitar 33 C. Suhu ruangan kandang diharuskan tetap segar dan kelembapan tetap baik tentunya dengan fentilasi kandang yang baik.
  • Agar semua ternak mempunyai akses terhadap pakan, Takaran pakan diberikan sedikit lebih banyak dan diberikan secara merata, tempat pakan disesuaikan dengan umur ternak dan jumlah populasi ternak.
  • Secara berkala selalu membersihkan kandang, dicuci dan disemprot dengan Antiseptik disinfektan untuk membunuh kutu, caplak. Pemberian obat anti kutu (Kututox atau Kututox-S) untuk mengatasi pinjal tungau. Penyemprotan obat anti lalat untuk mengatasi lalat yang berada di dalam kandang.
  • Melakukan pemotongan sedikit paruh ayam agar tidak melukai ketika dipakai untuk mematuk sesamanya. Dengan dipotongnya paruh pada DOC (Day Old Chiken), dapat memberikan keuntungan penanganannya jauh lebih mudah karena paruh masih lunak. Apabila terjadi stress pun kita masih punya waktu luang untuk memulihkan ternak tersebut. Pemotongan paruh biasanya dilakukan pada tipe petelur, yaitu umur 10 - 14 minggu dan 3 - 4 minggu sebelum periode produksi yaitu umur 18 – 20 minggu.
by docayamkampungboyolali.com

PROGRAM PEMELIHARAAN USAHA TERNAK AYAM KAMPUNG SUPER

A. PERSIAPAN KANDANG
1. Kandang dalam keadaan bersih dari kotoran.
2. Cuci kandang dengan menggunakan air sabun,bersihkan dengan air bersih,setelah itu
    lakukan pengapuran
3. Setelah kering semprot kandang menggunakan disenfektan.
4. Tempat makan dan minum harus dalam keadaan bersih & steril
5. Apabila kandang sudah pernah digunakan,Istirahatkan kandang selama 2 minggu
KANDANG POSTAL
1. Kandang postal beralas tanah yang dicampuri sekam padi, kapur dan pasir
2. Kepadatan kandang tiap m2 kandang harus berisi 30-35 ekor dan berkurang 5 ekor
    perminggu nya, sehingga pada saat berumur 60 hari per m2 hanya cukup 7-10 ekor ayam.
KENDALA PEMELIHARAAN DI KANDANG POSTAL
1. Manajemen sekam ( jangan sampai sekam menggumpal ataupun basah )
    * Semisal terjadi penggumpalan pada sekam/basah akan mengakibatkan penguapan
      amoniak yang akhirnya memunculkan penyakit pada ayam
ANTISIPASI
2. Bisa dilakukan pembalikan yaitu setiap hari sewaktu kita keliling kandang kita jalan sambil
    kaki kita , kita masuk masukan kedalam sekam dan otomatis sekam akan membalik
    sehingga  menghindari penggumpalan pada sekam
 
B. PEMELIHARAAN

Keterangan :
1. Pengaturan buka / tutup tirai untuk menjaga kualitas udara di dalam kandang
2. Lakukan pembukaan tirai pada pagi hari, dan tutup pada sore hari
3. Pengaturan tirai menyesuaikan dengan kondisi lingkungan kandang
C. PEMBUATAN BROODER
Contoh brooder :

Keterangan :
1. Brooder bisa berbentuk bulat atau persegi panjang
2. Pengaman menggunakan seng setinggi 60cm
3. Tempat makan berjumlah 12 buah per 1000 ekor
4. Tempat minum berjumlah 6 buah per 1000 ekor
5. Penempatan masing-masing peralatan dapat mengacu pada gambar di atas
D. PERSIAPAN CHICK IN
1. Pastikan jadwal kedatangan DOC
2. Persiapkan semua peralatan
3. Hidupkan pemanas minimal 3 jam sebelum DOC masuk
4. Siapkan air minum dengan di tambahkan gula 40gram/liter air
E. CHICK IN
1. Periksa kondisi DOC
    DOC yang ideal adalah :  A. Berat 36-40gr/ekor                E. Dubur bersih
                                            B. Mata bersinar                         F. Tidak cacat
                                            C. Bulu bersih                             G. Pusar bersih, tidak ada tonjolan
                                            D. Lincah
2. Siapkan minum
3. Masukan DOC kedalam brooder secara hati-hati
4. Pisahkan DOC yang cacat
5. Berikan pakan
6. Periksa suhu di dalam brooder
BROODER
Keterangan :
A. Panas cukup
B. Panas kurang
C. Terlalu panas
D. Panas tidak merata
Tabel suhu brooder

1. Umur 1 - 20 kandang kotak ( box ) / brooding, setiap m2 berisi 40 - 45 ekor ( setiap minggu
    bisa di kurangi 5 ekor )
2. Di kandang box umur 1 - 20 hari mutlak memerlukan pemanas lampu, suhu nya sekitar
    30 - 32 derajar celcius
F. PAKAN
1. Pemberian pakan pada masa awal pemeliharaan 1-10 hari sebaiknya lebih dari dua kali pemberian sekaligus untuk pengecekan kondisi ayam dan suhu kandang
2. Pemberian pakan lebih dari dua kali dapat meningkatkan nafsu makan ayam
3. Cek kondisi pakan, jangan berikan pakan yang berbau dan jamuran
4. Jangan gunakan pakan basah. walaupun dapat meningkatkan nafsu makan ayam. Pakan yang basah dapat menimbulkan jamur yang berbahaya pada ayam
5. Tempatkan wadah makan secara merata
6. Cuci secara berkala dan semprot dengan disinfektan untuk mencegah adanya bakteri pada wadah pakan
7. Kebutuhan protein pada masa starter (1-22 hari) adalah 20 - 22% dan umur > 22 hari protein 19 - 21%
Tabel konsumsi pakan :

G. PENYAKIT
1. Pullorum ( berak kapur )
Ciri - ciri : Berak berwarna putih seperti pasta gigi
Ayam lemas , Kedinginan
2. Korisa ( snot )
Ciri - ciri : Pilek, Muka bengkak
3. CRD ( ngorok )
Ciri - ciri : Ngorok, Kantong udara keruh
4. Koksidiosis ( berak darah )
Ciri - ciri : Berak berwarna merah, nafsu makan berkurang, nafsu minum bertambah
5. Kolera ( berak hijau )
Ciri - ciri : Berak berwarna hijau, sulit bernafas, muka dan jengger membengkak
6. Cacingan 
Ciri - ciri : Ayam terlihat kurus, berak bercampur darah

by docayamkampungboyolali.com

Senin, 22 September 2014

Apa Tugas dan Tanggung Jawab Teller Bank

KAS DAN TELLER
PERATURAN
1. Teller adalah petugas Bank yang pekerjaan sehari-harinya berhadapan dengan nasabah dan masyarakat umum. Bank harus menyeleksi petugas yang akan ditunjuk sebagai Teller karena cara kerja, sikap dan tindak tanduk serta cara pelayanannya kepada nasabah dan masyarakat umum, secara tidak langsung mencerminkan keadaan dan reputasi Bank. Sikap dan tindak tanduk serta pelayanan Teller dimaksud, harus diawasi secara rutin oleh manaje¬men terutama Head Teller dan/atau Cash Officer.
2. Untuk keperluan transaksi sehari-hari, Teller dilengkapi dengan uang tunai yang jumlahnya cukup untuk kebutuhan satu hari transaksi yang normal (jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing Teller). Sebagai salah satu tindakan preventip Bank, Teller dilengkapi juga dengan “bait money” dengan pecahan rupiah serta nominal tertentu. Teller mencatat nomor-nomor seri uang tersebut, dan catatan dimaksud disimpan oleh Head Teller. Selain dari uang tunai, setiap Teller juga dileng¬kapi dengan mesin validasi atau “Teller’s Stamp”, display komputer dan kotak uang untuk menyimpan benda-benda tersebut dan benda-benda lain yang perlu disimpan didalamnya selain uang tunai.
3. Semua slip, check dan warkat serta media lainnya yang diproses oleh Teller harus di cap dengan mesin validasi atau teller’s stamp sebagai tanda terima/pemberitahuan resmi bahwa dokumen-dokumen tersebut sudah diterima atau diproses oleh Bank melalui Teller yang bersangkutan. Tanda yang diterakan oleh mesin validasi menggam¬barkan : nama ” BANK STIEP …….., tanggal, jam dokumen diterima dan nomor kode Teller”.
4. Setiap pembayaran / penerimaan tunai (kas) harus dilaksanakan oleh Teller, kecuali pembayaran yang berhubungan dengan personalia dan pengeluaran Kas Kecil.
5. Uang tunai selain yang disimpan didalam kotak uang Teller, harus disimpan dan selalu berada didalam “Cash Compartment” diruangan Vault Utama. Cash Compartment dapat berupa brankas atau lemari besi yang dilengkapi dengan kunci dan nomor kombi¬nasi. Uang tunai didalam compartment ini berada dibawah tanggung jawab Head Teller dan Cash Officer.
6. Tukar menukar uang, menghitung uang hanya dapat di lakukan didalam Vault Utama, Teller’s Counter, atau tempat-tempat lain yang telah mendapatkan persetujuan tertulis dari instruktur.
7. Teller harus melaksanakan penerimaan/pembayaran uang tunai dicounternya masing-masing. Counter ini diperlengkapi dengan laci-laci / tempat penyimpanan untuk menyimpan uang tunai dan/atau benda-benda berharga lainnya selama hari kerja. Tempat-tempat penyimpanan ini diperlengkapi dengan kunci-kunci, yang anak kuncinya hanya dipegang/disimpan oleh Teller yang bersangkutan. Teller tidak diperkenankan meninggalkan counternya selama waktu kerja. teller yang karena terpaksa harus meninggalkan posisinya harus mengunci laci-laci counter yang didalamnya terdapat benda-benda berharga. Ruangan Teller counter tidak dibenarkan dalam keadaan kosong selama didalamnya masih terdapat benda-benda berharga. Minimal harus ada seorang Teller yang tetap tinggal diruangan ini. Teller counter/ruang Teller counter harus bebas dari benda-benda berharga milik Bank pada akhir hari sehabis aktifitas kerja.
8. Pintu masuk ruangan Teller Counter harus dipasang alat “self locking” yang apabila pintu dibuka, akan menutup dengan sendirinya. Ruangan Teller counter harus selalu terkunci selama benda-benda berharga masih ada didalamnya. Kecuali petugas yang berkepentingan, karyawan lain tidak diperkenankan masuk ruangan ini.
9. Teller yang membutuhkan tambahan uang tunai / Kas, dapat memintanya pada Teller lain atau kepada Head Teller. Permintaan uang tunai/kas pada Teller lain atau kepada Head teller, dilaksanakan dengan mengguna¬kan/mengisi formulir “Teller’s Exchange” (contoh formulir no. 6012.01) yang disetujui/diparaf oleh Head Teller.
10. Teller juga diperlengkapi dengan satu set Kartu Contoh Tanda-tangan yang digunakan untuk mencocok¬kan tanda tangan diatas “house check” yang diuang-kan melalui counter. Hanya Teller yang diperkenankan untuk memegang, melihat kartu contoh tandatangan yang ada pada Teller ini.
11. Jumlah uang tunai/kas yang dapat dibayarkan oleh Teller untuk setiap transaksi harus dibatasi. Batas jumlah ini ditetapkan oleh Direksi. Pembayaran uang tunai/kas yang melebihi batas ini harus disetujui terlebih dahulu oleh Head Teller yang akan meneliti dan mempelajari transaksi pembayaran tersebut untuk kebenarannya/kemungki¬nan-kemungkinan lainnya.Sebagai bukti penelitian/pemeriksaannya, Head Teller harus memaraf cek STIEP Bank atau slip trans¬aksi pembayaran kas tersebut.
12. Teller harus mencatat jumlah uang menurut pecahan dibelakang slip setoran (teller’s copy) check atau slip-slip penerimaan/penyetoran uang tunai/kas untuk setiap jumlah uang tunai yang diterima/di¬bayarkannya.
13. Teller dianjurkan tidak mengisi slip setoran untuk kepentingan nasabah. Teller tidak diperkenankan merubah tulisan-tulisan yang ditulis nasabah diatas slip setoran. (Contoh no. 6012.02). Slip setoran yang mempunyai coretan-coretan yang dimaksudkan untuk memperbaiki kesalahan tulisan diatasnya, hanya dapat diterima apabila coretan tersebut ditandatangani oleh nasabah. Sebaiknya Teller meminta nasabah untuk membuat slip setoran yang baru apabila terdapat coretan-coretan diatas slip setoran.
14. Apabila seorang Teller tidak masuk kerja (absen), uang tunai/kas didalam kotak uangnya secepatnya (paling lama hari berikutnya) diambil dan dihitung oleh Teller lain dibawah pengawasan Head Teller. Stempel Teller yang disimpan didalam cash vault dibawah tanggung jawab dua orang cash vault custo¬dian.
15. Apabila Teller menerima setoran dalam jumlah yang banyak (dalam kwantiti) sehingga untuk menghi¬tungnya akan memakan waktu yang lama, Teller meminta nasabah agar uang setoran tersebut dihitung kemudian apabila keadaan memungkinkan. Kalau permintaan ini disetujui oleh penyetor, Teller akan menstempel slip setoran ini dengan kata-kata “Penghitungan setoran ini dipercayakan kepada Bank”. Penyetor menandatangani slip setoran didekat kata-kata ini dengan perjanjian tidak akan menuntut Bank seandainya terdapat kekurangan dari jumlah setoran yang ditulisnya. Ketentuan ini harus termasuk didalam ketentuan-ketentuan setoran yang tertera dibelakang slip setoran. Setoran ini disimpan terpisah dari tumpu¬kan-tumpukan uang lainnya dan dihitung secepatnya kalau keadaan memungkinkan. Teller tidak dibe¬narkan membayarkan uang ini sebelum dihitung.
16. Jika ada kecurigaan terhadap kemungkinan pemalsuan tanda tangan atau perubahan dari isi cek/bilyet giro, atau warkat lainnya, orang yang menyetorkan haruslah diusahakan untuk ditahan dengan cara yang diplomatis sementara cek / bilyet giro / warkat lainnya tersebut diperiksa oleh instruktur yang berwenang yang akan menentukan tindakan yang akan diambil.
17. Untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan terhadap setoran kliring dengan menggunakan cek bank lain ( misalnya: karyawan kliring lupa membubuhi cap kliring pada lembar cek, dan kemungkinan ditunaikan oleh pihak yang tidak berwenang), maka Teller wajib segera membubuhi tanda silang pada sudut kiri atau mengcross check tersebut.
18. Penarikan kembali setoran house check, kliring oleh nasabah, wajib mendapat persetujuan dari Head Teller dengan tidak lupa meminta kembali lembar bukti nasabah untuk dimusnahkan.
19. Kas Kecil : Kas Kecil merupakan bagian perkiraan Uang Muka Biaya dengan Buku Pembantu tersendiri. Maksimum jumlah uang dalam kas kecil ditetapkan oleh instruktur dengan memorandum yang khusus dikeluarkan untuk itu. Sedangkan sistem pencatatan Kas Kecil menggunakan sistem “IMPRES FUND”.


dikutip dari http://pelatihanbank.wordpress.com/2012/12/22/apa-tugas-dan-tanggung-jawab-teller-bank/

Tugas dan Fungsi Customer Service

Tugas utama seorang Customer Service adalah memberikan pelayanan yang prima dan membina hubungan baik dengan nasabah/klien. Seorang Customer Service juga harus bertanggungjawab dari awal sampai selesainya suatu pelayanan. Customer Service dapat juga berfungsi sebagai :
 
1. Penerima Tamu
Dalam hal ini Customer Service melayani pertanyaan yang diajukan tamu dan memberikan informasi yang diinginkan selengkap mungkin dengan sopan, ramah, menarik dan menyenangkan. Harus selalu memberikan perhatian , bicara dengan suara jelas dan lembut, serta menggunakan bahasa yang mudah dimengerti.
 
2. Customer Relation Office
Artinya bahwa Customer Service adalah orang yang dapat membina hubungan baik dengan klien. Sehingga merasa puas, senang, dan makin percaya. Customer Service harus menyiapkan formulir atau brosur untuk tamu, ikut membantu mengisi formulir.
 
3. Komunikator
Dengan cara memberikan segala informasi dan kemudahan-kemudahan kepada tamunya, juga sebagai tempat menampung keluhan, keberatan atau tempat konsultasi.
 
Syarat Customer Service
1. Syarat Fisik :
- Menarik dari segi wajah
- Tingga badan dan berat badan harus proporsional, misalnya tinggi badan ideal untuk laki-laki 165 cm dan wanita 160 cm.
- Memiliki kesehatan jasmani dan rohaninya.
 
2. Syarat mental, harus memiliki :
- Mental yang kuat dalam melayani pelanggan/klien, karena akan memberikan kepercayaan diri yang lebih baik, memberikan keyakinan dan menimbulkan sifat kejujuran dan tanggungjawab yang besar terhadap apa yang dilakukannya.
 
3. Syarat Kepribadian :
- Energik dan gesit
- Rasa humor dan selalu ingin maju
- Mampu mengendalikan diri
- Tidak mudah marah
- Tidak terpancing untuk berkata atau berbuat kasar.
 
4. Syarat Sosial :
- Jiwa Sosial yang tinggi
- Bijaksana
- Budi pekerti yang luhur
- Pandai bergaul dengan siapapun
- Dapat bekerjasama dan berkomitmen dengan berbagai pihak.


Sabtu, 19 Oktober 2013

Membuat Ranking Tanpa Menghasilkan Nilai Ganda

Membuat Ranking atau Peringkat Kelas (formula standard) Ranking kelas menunjukkan sebuah tingkat keberhasilan yang diraih oleh peserta didik atau siswa dalam menjalani aktifitas belajarnya, ranking sendiri dihasilkan dari beberapa kriteria sebagai contoh; jumlah nilai ujian atau rata-rata yang diperoleh dalam ujian. Sebagai contoh, kita ingin menampilkan ranking dari masing-masing siswa untuk jumlah yang diperoleh dari sebuah ujian – yang terlihat seperti gambar berikut :

 
Seperti yang dijelaskan di awal, pemberian ranking dapat dilaksanakan jika kita sudah menentukan kriterianya dan kriteria yang tepat dari contoh kasus di atas adalah Jumlah Nilai Ujian, sehingga jika dimasukkan dalam sebuah formula excel (sel C2) akan menjadi seperti berikut : =RANK(B2;B$2:B$8;0)

hasil penerapan fungsi Rank dalam sebuah data

Jika formula tersebut di copy paste sampai dengan baris terakhir, maka akan menghasilkan ranking seperti berikut : Terlihat dari hasil tersebut terdapat dua siswa yang mendapat ranking yang sama (ranking 3), hal ini bukan berarti formula yang kita masukkan salah – akan tetapi dalam database tersebut terdapat dua nilai yang memiliki jumlah nilai yang sama (129) sehingga menampilkan hasil ranking yang sama pula. Tentunya hal ini ‘sedikit’ mengganggu, terlebih jika dalam database yang tidak menutup kemungkinan akan menampilkan beberapa nilai yang sama. Terus bagaimana solusinya…? Membuat Ranking Tanpa Menghasilkan Nilai Ganda Dalam tutorial sebelumnya telah dijelaskan cara membuat sebuah ranking atau peringkat untuk sebuah database, akan tetapi terdapat sedikit ‘kesalahan’ dalam formula yang dimasukkan – sehingga menampilkan ranking atau peringkat yang sama.


Pada tutorial kali ini akan dibahas sebuah formula untuk memperbaiki ‘kesalahan’ yang terjadi pada tutorial sebelumnya. Kita ambil contoh data seperti berikut :

 Database Membuat ranking tanpa hasil ganda

Dari data tersebut terdapat dua siswa yang mendapat jumlah nilai yang sama, sehingga apabila kita memasukkan sebuah formula RANK murni sudah pasti akan menampilkan ranking yang sama pula. Untuk memperbaikinya, tuliskan formula berikut di sel C2 =RANK(B2;B$2:B$8)+COUNTIF(B$2:B2;B2)-1 Copy paste formula ke baris terakhir dan lihat hasilnya.

diambil dari --> http://www.rumahexcel.com/2012/11/membuat-ranking-atau-peringkat-kelas.html dan http://www.rumahexcel.com/2012/11/membuat-ranking-tanpa-menghasilkan.html

Sabtu, 06 Juli 2013

Metode Inkuiri I METODE PEMBELAJARAN

Metode inkuiri adalah metode pembelajaran dimana siswa dituntut untuk lebih aktif dalam proses penemuan, penempatan siswa lebih banyak belajar sendiri serta mengembangkan keaktifan dalam memecahkan masalah.
Metode mengajar adalah suatu pengetahuan tentang cara –cara mengajar yang dipergunakan oleh seorang guru atau instruktur. Pengertian lain ialah teknik penyajian yang dikuasai guru untuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran kepada siswa di dalam kelas, baik secaraindividual maupun kelompok, agar pelajaran itu dapat diserap, dipahami dan dimanfaatkan oleh siswa dengan baik. Makin baik metode mengajar, makin efektif pula pencapaian tujuan (Ahmadi, 2005 : 52)
Proses inquiri adalah suatu proses khusus untuk meluaskan pengetahuan melalui penelitian. Oleh karena itu metode inquiri kadang-kadang disebut juga metode ilmiahnya penelitian. Metode inquiri adalah metode belajar dengan inisiatif sendiri, yang dapat dilaksanakan secara individu atau kelompok kecil. Situasi inquiri yang ideal dalam kelas matematika terjadi, apabila murid-murid merumuskan prinsip matematika baru melalui bekerja sendiri atau dalam grup kecil dengan pengarahan minimal dari guru. Peran utama guru dalam pelajaran inquiri sebagai metoderator (Sutrisman, Tambunan, 1987 : 6.39).
Metode inquiri pmerupakan metode pengajaran yang berusaha meletakan dasar dan mengembangkan cara befikir ilmiah. Dalam penerapan metode ini siswa dituntut untuk lebih banyak belajar sendiri dan berusaha mengembangkan kreatifitas dalam pengembagnaan masalah yang dihadapinya sendiri. Metode mengajar inquiri akan menciptakan kondisi belajar yang efektif dan kundusif, serta mempermudah dan memperlancar kegiatan belajar mengajar (Sudjana, 2004 : 154).
Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa metode inquiri dalam penelitian ini adalahsuatu teknik instruksional dalam proses belajar mengajar siswa diharapkan pada suatu masalah, dan tujuan utama menggunakan metode inquiri adalah membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan penemuan ilmiah.
Sedangkan asumsi-asumsi yang mendasari metode inquiri adalah sebagai berikut :
1. Keterampilan berpikir kritis dan berpikir dedukatif sangat diperlukan pada waktu mengumpulkan evidensi yang dihubungkan dengan hipotesis yang telah dirumuskan oleh kelompok
2. Keuntungan para siswa dari pengalaman-pengalaman kelompok di mana mereka berkomunikasi, berbagai tanggung jawab dan bersama-sama mencari pengetahuan.
3. Kegiatan-kegiatan belajar yang disajikan dalam semangat berbagi inquri menambah motivasi dan memajukan partisipasi aktif (Hamalik, 2003 : 64).
Syarat-syarat Penerapan Metode Inquiri
Adapun syarat-syarat penerapan metode inquiri adalah :
• Merumuskan topik inquiri dengan jelas dan bermanfaat bagi siswa
• Membentuk kelompok yang seimbangn, baik akademik maupun sosial
• Menjelaskan tugas dan menyediakan balikan kepada kelompok-kelompok dengan cara yang responsif dan tepat waktunya.
• Sekali-kal perlu intervensi oleh guru agar terjadi interaksi antarpribadi yang sehat dan demi kemajuan tugas.
• Melaksanakan penilaian terhadap kelompok, baik terhadap kemajuan kelompok maupun terhadap hasil-hasil yang dicapai (Hamalik, 2004 : 65).
Sedangkan menurut pendapat Sudjana (2004 : 155) dalam menerapkan metode inquiri ada beberapa tahapan yaitu :
• Perumusan masalah untuk dipecahkan siswa
• Menetapkan jawaban sementara atau lebih dikenal dengan istilah hipotesis
• Siswa mencari informasi, data, fakta yang diperlukan untuk menjawab permasalahan atau hipotesis
• Menarik kesimpulan jawaban atau generalisasi
• Mengaflikasikan kesimpulan/generalissi dalam situasi baru.0
Penerapan metode inquiri dalam proses belajar mengajar menuntut keaktifan siswa dalam belajar individu, maupun kelompok. Mereka harus memahami dan menyelesaikan soal-soal yang terkait dengan himpunan bagian.
Kelebihan dan Kelemahan Metode Inquiri
a. Kelebihan Metode Inquiri
1. Siswa aktif dalam kegiatan belajar, sebab ia berfikir sebab ia berfikir dan menggunakan kemampuan untuk hasil akhir
2. Perkembangan cara berfikir ilmiah, seperti menggali pertanyaan, mencari jawaban, dan menyimpulkan / memperoses keterangan dengan metode inquiri dapat dikembangkan seluas-luasnya
3. Dapat melatih anak untuk belajar sendiri dengan positif sehingga dapat mengembangkan pendidikan demokrasi.
b. Kelemahan metode inquiri
1. Belajar mengajar dengan metode inquiri memerlukan kecerdasarn anak yang tinggi. Bila anak kurang cerdas, hasilnya kurang efektif
2. Metode inquri kurang cocok pada anak yang usianya terlalu muda, misalnya anak SD.
Berdasarkan pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa setiap metode mempunyai kelebihan dan kekurangan tetapi semua itu dapat diatasi dengan baik jika seorang guru kreatif dalam menggunakannya dan siswa akan terlihat aktif dalam proses belajar mengajar. Metode Inkuiri

dikutip dari 

Chat Yuk...

http://www.meebo.com/rooms

Yang Pengen Diskusi Apa Aja Boleh...

Your Name :
Your Email :
Subject :
Message :
Image (case-sensitive):