Sabtu, 07 Maret 2009

me....?

Maulid Nabi


Mereka Bertanya Tentang Maulid Nabi


Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed

Pada bulan Rabiul Awal ini, ada satu acara ritual tahunan yang biasa dilakukan oleh sebagian kaum muslimin, yaitu Maulid Nabi Sholallahu ‘Alaihi Wasallam. Kali ini kami coba sampaikan beberapa tanya jawab seputar acara ritual yang seakan-akan menjadi kewajiban untuk dilaksanakan setiap tahunnya ini. Mereka bertanya tentang masalah-masalah tersebut sebagai berikut:

Apa hukum peringatan Maulid Nabi Sholallahu ‘Alaihi Wasallam?

Peringatan Maulid adalah perkara bid’ah. Acara ini tidak pernah dikerjakan oleh shahabat radhiyallahu ‘anhum dan Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam tidak pernah mengajarkannya. Sedangkan dalam masalah syariat agama ini, kita tidak bisa membuat cara ibadah sendiri, atau menguranginya dan menambahnya dengan cara-cara ibadah yang baru.

Diriwayatkan oleh Aisyah, Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda (yang artinya), "Barangsiapa mengada-adakan dalam urusan kami ini sesuatu yang tidak pernah ada daripadanya, maka hal itu tertolak." (Mutafaqun ‘Alaih)

Dalam riwayat yang lain Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda (yang artinya), "Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang tidak pernah ada perintah kami padanya, maka hal itu tertolak." (Hadits Riwayat Bukhary Muslim)

Jadi karena tidak ada tuntunan dari Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam maka amalan tersebut tertolak.

Bukankah perkara ini adalah bid’ah hasanah?

Jika kalian menganggap perkara tersebut adalah bid’ah hasanah (bid’ah yang baik), berarti kalian telah menganggap ada amalan ibadah yang baik yang belum diajarkan oleh Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam dan tidak diamalkan oleh para shahabatnya radhiyallahu ‘anhum. Itu maknanya, kalian menuduh Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam berkhianat, karena beliau tidak menyampaikan satu kebaikan yang kalian kerjakan sekarang ini (Perayaan Maulid Nabi -Pent).

Padahal Rasulullah Sholallahu’Alaihi Wasallam tidak meninggalkan satu kebaikan pun, kecuali beliau telah mengajarkannya. Beliau bersabda (yang artinya), "Tidak ada sesuatu pun yang mendekatkan kalian pada surga, kecuali sungguh telah aku perintahkan kalian semua dengannya. Dan tidak ada sesuatu pun yang mendekatkan kalian ke neraka, kecuali aku telah melarang kalian dengannya." (Hadits Riwayat Abu Bakar Al Hadad; Syaikh Al Albany telah menghasankannya dalam Ash Shahihah no 2886).

Abu Dzar Al Ghifary Radhiyallahu ‘Anhu berkata (yang artinya), "Sungguh Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam telah meninggalkan kami dan tidak ada satu burung pun yang mengepakkan kedua sayapnya di udara kecuali telah disebutkan kepada kita ilmu tentangnya." (Hadits Riwayat Ahmad)

Yang demikian karena mengajarkan kebaikan adalah amanah yang Allah Subhanahu Wata’ala berikan kepada setiap Rasul, sebagaimana diriwayatkan ‘Abdullah Bin ‘Amr Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah bersabda (yang artinya), "Sesungguhnya tidak ada satu nabi pun sebelumku, melainkan diwajibkan baginya agar menunjukkan kepada umatnya jalan kebaikan yang telah diketahuinya dan memperingatkan mereka dari kejelekan yang teleh diketehuinya" (Hadits Riwayat Muslim dalam Shahihnya, kitab Al Imaraat bab Wujubul wafa’i bi bai’atil khulafa, juz 12/436)

Perhatikan hadits di atas dengan baik. Kita akan dapatkan bahwa hadits ini menerangkan tentang tugas seluruh para Rasul yaitu mengajarkan kebaikan yang diketahuinya dan memperingatkan umat dari kejelekan yang diketahuinya.

Kalau kalian menganggap ada kebaikan lain selain yang diajarkan Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam maka ada 2 kemungkinan:

  1. Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam tidak mengetahui dan kalian merasa lebih tahu dari Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam.
  2. Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam tahu tapi tidak menyampaikannya, ini berarti kalian menuduh Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam mengkhianati risalah dan tugas para Rasul yang telah disebutkan dalam hadits di atas.

Kedua kemungkinan di atas adalah mustahil, tidak mungkin bagi Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam yang ma’shum (terjaga dari kesalahan)

Atau apakah kalian merasa lebih baik dari para shahabat Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam, padahal merekan adalah manusia terbaik seteleh Rasulullah Sholallahiu ‘Alaihi Wasallam. Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda (yang artinya), "Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian yang setelahnya, kemudian yang setelahnya." (Hadits Riwayat Bukhari-Muslim)

Kalau acara yang kalian lakukan merupakan kebaikan, niscaya sudah dilakukan oleh generasi-generasi terbaik tersebut. Ingat agama ini telah sempurna, tidak membutuhkan penambahan maupun pengurangan. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman (yang artrinya), "Pada hari ini Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian, dan telah kucukupkan kepada kalian nikmatku, dan telah kuridhai Islam itu jadi agama bagi kalian." (Al Maidah: 3).

Ingat, agama ini telah sempurna, tidak membutuhkan penambahan maupun pengurangan. Allah berfirman (yang artinya), "Pada hari in telah Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian, dan telah Kucukupkan kepada kalian nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam menjadi agama kalian." (Al-Maidah:3)

Maka kebid’ahan yang kalian anggap baik merupakan anggapan bahwa agama ini belum sempurna, hingga perlu penambahan bid’ah-bid’ah baru.

Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda (yang artinya), "….maka wajib atas kalian untuk mengikuit sunnahku dan sunnah para Khulafaur Rasyidin yang mendapatkan hidayah. Berpeganglah dengannya dan gigitlah dengan geraham kalian. Dan jauhkanlah dari kalian hal-hal yang baru, karena sesungguhnya semua perkara yang baru adalah bid’ah dan seluruh bid’ah adalah sesat." (Hadits Riwayat Ahmad dan Abu Dawud)

Bagaimana dengan perkara baru seperti microphone, kendaraan bermesin, dan lain-lain yang belum pernah ada pada masa Rasulullah, bukankah itu merupakan bid’ah hasanah?

Kalian jangan pura-pura bodoh! Perkara baru yang sedang kita bicarakan ini (dalam hadits di atas -pent) adalah dalam masalah agama. bukan dalam masalah keduniaan. Bukankah beliau bersabda (yang artinya), "Barangsiapa yang mengada-adakan dalam urusan kami" ? Yang dimaksudkan dengan "urusan kami" maksudnya adalah perkara agama. Adapun dalam masalah dunia beliau bersabda, "Kalian lebih tahu dalam urusan dunia kalian" (Hadits Riwayat Muslim)

Maksud kami kegiatan pada peringatan tersebut hanya dzikir dan pujian sholawat kepada Nabi. Bukankah itu semua kebaikan?

Amal ibadah itu disamping bentuknya harus dikerjakan dengan tata cara Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam, juga waktunya harus sesuai dengan tuntunan Nabi Sholallahu ‘Alaihi Wasallam.

Dzikir untuk mengingat Allah telah dituntunkan untuk dikerjakan setiap hari seperti dzikir setelah shalat 5 waktu, dzikir pagi dan sore, dan lain-lain. Sedangkan mengkhususkan dzikir pada acara Maulid Nabi atau pada tanggal bulan tertentu membutuhkan dalil khusus tentangnya. Dan sudah dikatakan para ulama bahwa tidak ada satu hadits pun yang memerintahkan dzikir khusus pada Maulid Nabi.

Apalagi pada pujian-pujian yang kalian baca pada acara tersebut seringkali terjatuh pada ghuluw dan tanathu (melampaui batas), seperti yang terdapat pada Barjanji dan Burdah Al Bushiri yang seringkali kalian baca pada acara-acara tersebut. Sebagai contoh adalah apa yang terdapat dalam Burdah Al Bushiri:

Wahai semulia-mulianya makhluk, Aku tidak mendapati bagiku seorang pelindung selain engkau ketika terjadi bencana yang merata….

Demikianlah kalian mengangkat kedudukan Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam sama dengan Allah Subhanahu Wata’ala dengan mengangkat beliau sebagai tempat bergantung dan tempat berlindung,sehingga ketika bencana menimpa, kalian berlindung kepada beliau. Ini adalah satu kesyirikan yang sangat berbahaya.

Padahal Allah berfirman (yang artinya), "Katakanlah (Wahai Nabi), "Sesungguhnya aku tidak kuasa mendatangkan (menaqdirkan) sesuatu kemudharatan pun kepada kalian dan tidak pula suatu kemanfaatan". Katakan (Wahai Nabi),"Sesungguhnya sekali-sekali tidak ada seorang pun yang dapat melindungiku dari adzab Allah dan sekali tidak emndapat tempat berlindung selain daripada-Nya"." (Al-Jin:21-22)

Sedangkan shalawat yang dibaca dalam acara-acara kalian tersebut, disamping mengkhususkan pada waktu tersenut adalah kebid’ahan, juga shalawat-shalawat yang sering dibaca tersebut adalah shalawat bid’ah yang dibuat oleh orang tertentu. Diantaranya adalah sholawat Nariyah. Tidak ada satu riwayat (hadits -pent) pun yang mengajarkan sholawat seperti itu. Akhirnya kalian terjerumus dalam perkara ghuluw (melampaui batas) kembali.

Coba perhatikan arti dari sholawat Nariyah tersebut:

Ya Allah berilah sholawat dengan sholawat yang sempurna dan berilah keselamatan dengan keselamatan yang sempurna kepada junjungan kita Muhammad, yang dengannya dilepaskan simpul-simpul, dibukanya kesulitan-kesulitan, dipenuhinya kebutuhan-kebutuhan, didapatkannya harapan-harapan dan akhir yang baik, dan dimintanya hujan dengan wajahnya yang mulia. Dan kepada keluarganya serta para shahabatnya sejumlah apa yang ada untukmu

Apakah yang menakdirkan dan menentukan keselamatan, menghilangkan kesusahan dan memenuhi harapan-harapan adalah Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam? Atau kalian bertawasul dengan wajah Nabi Sholallahu ‘Alaihi Wasallam? Keduanya adalah kesyirikan yang diharamkan.

Tapi kami tidak mengetahui/memahami makna dari syair dan sholawat-sholawat tersebut….

Jika kalian tidak mengetahui arti dari sholawat-sholawat bid’ah tersebut, maka hal itu adalah musibah. Karena kalian adalah orang-orang yang taklid buta, mengikuti sesuatu dalam keadaaan kalian tidak mengetahui isinya.

Jika kalian telah mengetahui bahwa sholawat-sholawat tersebut mengandung kesyirikan dan ghuluw namun kalian tetap mengerjakannya, maka sungguh itu merupakan musibah yang lebih besar lagi, karena kalian menentang terhadap Al Qur’an dan As Sunnah dengan sengaja.

Semoga Allah Subhanahu Wata’ala melindungi kita dari segala macam kesyirikan dan kebid’ahan yang telah dibuat manusia dan menaqdirkan untuk selalu berada di atas kebaikan. Amin. Wallahu A’lam!

Sumber: Bulletin dakwah Manhaj Salaf edisi 99 tahun 3
"Mereka Bertanya Tentang Maulud Nabi"

Kamis, 19 Februari 2009

Senin, 16 Februari 2009

Valentine Day


Valentine Day Sekadar Geliat Budaya


Oleh
Nirwanto Ki S. Hendrowinoto


Zaman begitu cepat berubah seiring dengan geliat kehidupan manusia. Coba saja lihat setiap tahun pada 14 Februari ada sebagian dari kita latah ikut-ikutan merayakan Hari Kasih Sayang alias Valentine’s Day. Namun, ada juga yang menolaknya dengan alasan itu diadopsi dari budaya 'asing' dan kurang pas jika dikembangbiakan di tanah air kita.
Valentine dianggap hari istimewa dan spesial. Di hari itu orang boleh mengekspresikan cinta dan kasih sayang. Kapan dan siapa yang mempopulerkan kebiasaan ini di Indonesia ? Sepertinya pertanyaan ini tak perlu dijawab, sebab yang ikutan merayakan Cuma komunitas yang sangat sempit dan tidak berpengaruh pada perkembangan budaya bangsa. Karena itu, di kalangan kawula muda sendiri - Valentine eksistensinya sekadar hadir tanpa harus mengakar.
Banyak tingkah yang dilakukan sekelompok kecil untuk menunjukkan kasih sayang pada orang terdekat seperti sang kekasih. Ada juga antar teman saling bertukar cindera mata atau membagi kado kasih sayang yang diekspresikan dengan bahasa cinta, melalui kartu ucapan atau lewat SMS di ponsel, atau merayakannya secara bersama-sama sambil menikmati makan kesukaan. Namun dalam konteks menjalin tali pergaulan sesama manusia, Valentine barangkali bisa diekspresikan sebagai wahana penyadaran diri akan pentingnya kasih sayang.
Motivasi semacam ini menjadi penting, apalagi disaat bangsa ini sedang dilanda perpecahan dan punya hobby baru bertarung dan saling gontok-gontokan. Nuansa saling serampang makin nampak setelah politisi membius rakyatnya untuk memilih wadah kecil-kecil dalam bentuk 240 partai yang sudah terdaftar di Departemen Kehakiman dan HAM.
Hari kasih sayang itu sebenarnya tidak harus spesial pada 14 Februari saja. Seyogianya kasih itu terus mengalir bagaikan Kasih Kristus yang tiada pandang bulu dan pandang waktu . KasihNya tiada henti walaupun orang kadang tidak menyadari bahwa pada setiap tarikan nafas, kasih itu mengalir sepanjang masa. Di masyarakat komunitas kasih harus diterjemahkan dalam kehidupan manusia yang memandang perlu hidup saling menghormati, saling mengasihi, dan saling berdampingan.

Pandangan Teologis.
Valentine’s Day sebenarnya lahir di kota Roma. Awalnya, ketika musim tanam tiba, diadakan perayaan untuk mengungkapkan ucapan syukur kepada Sang Pencipta. Secara budaya – komunitas masyarakat yang agraris itulah yang memulai hingga akhirnya kebiasaan tersebut menjadi awal dari ide di gelarnya festival. Ternyata perayaan tersebut, memperoleh sambutan yang cukup luas.
Secara historis di Zaman Roma Kuno, hubungan antara pria dan wanita sangat dibatasi dan sulit untuk bertemu. Pada kesempatan acara festival itulah, kaum pria dan wanita memiliki peluang untuk bertemu dan saling mengenal satu dengan lainnya. Salah satu permainan yang menjadi idola yaitu memilih pasangan yang tidak diduga sebelumnya dengan cara diundi. Kalau kita bayangkan hampir sama dengan permainan petak umpet yang sulit kita duga sebelumnya. Tetapi itulah hal yang menarik, karena pasangan yang tak terduga dapat saja terjadi. Dari pasangan itulah, mereka berdua dapat mengekspresikan cinta sesaat dengan bahasa bunga.
.Sebenarnya komunitas yang terjadi pada waktu itu, lebih didasari pada ungkapan syukur pada alam semesta. Adapun simbol ucapan syukur itu ditujukan pada dewa-dewi yang telah memberinya kehidupan yang membahagiakan. Namun, nilai-nilai itu kemudian terkikis dengan berkembangnya agama Kristen.
Valentine adalah sebuah nama. Secara simbolis Valentine dijuluki sebagai ”Saint”. Dengan nuansa yang lebih agamis, untuk mengagungkan cinta dan mengungkapkannya tidak hanya pada kehidupan alam semesta saja. Melainkan, keberadaan manusia jauh lebih penting dan pada sang pencipta sajalah – mutlak hal itu ditujukan. Jadi bukan pada dewa- dewi.
Di kalangan bangsawan Eropa hari Valentine menjadi hal yang rutin dirayakan lewat pesta-pesta dan pemberian hadiah yang sifatnya pribadi. Penyair Inggris yang sangat terkenalpun Geoffrey Chaucher ikut simpati untuk menyatakan valentine sebagai hari cinta yang sejati yang dilambangkan sebagai burung merpati.
Di akhir abad 19, kartu Valentine dan bunga diproduksi secara massal dan menjadi simbol hari Kasih Sayang. Hingga sekarang, perkembangan itu semakin meluas dan tidak dapat dibendung oleh waktu dan perjalanan zaman. Kasih bagi kehidupan manusia adalah sumber yang harus dipancarkan. Tanpa Kasih manusia akan kehilangan segala akal dan budi. Secara kodrati dan imani, pada dasarnya manusia sangat membutuhkan Kasih Sayang sejak di kandungan ibunya. Hingga ia dewasa – pelukan Kasih Sayang tidak bisa dilepaskan dari kandungan ibu pertiwi, sehingga melahirkan komunitas baru yang dapat menghubungkan antar benua, negara, bangsa, suku, agama dan warna kulit serta perbedaan latar belakang budaya.
Manusia dilahirkan untuk mencipta dan memperbaharui kehidupan yang lama menjadi baru. Dan proses pencerahan itu, sangat bertalian erat dengan nilai-nilai teologis. Karena buah dari Kasih Sayang itu – meliputi batas empati kemanusiaan yang tidak dapat diukur dengan apapun. Hanya dengan getaran suara hati nurani, nilai persahabatan itu dapat terwujud dan dinyatakan. Mewakili akan hal itu, bahasa cinta mempunyai kandungan kasih yang sangat dalam.

Geliat Budaya
Di tanah air, perayaan Valentine’s Day mengundang banyak keraguan di kalangan masyarakat. Keraguan itu dikarenakan Valentine datangnya dari negara asing. Sementara, perkembangan tehnologi melesat begitu jauh dan meluncur ke depan bagaikan anak panah yang lepas dari busurnya.. Sedangkan batasan tembok transformasi budaya sangat tipis dan bahkan tidak lagi ada sekat-sekat pemisah.
Melalui saluran jarak jauh yang tidak lagi dihubungkan dengan kabel, membuat kehidupan manusia berubah sangat drastis. Dan kesadaran itu lahir, karena pada dasarnya manusia terus berkembang.. Melalui bahasa cinta, barangkali Valentine sebagai geliat budaya untuk membuka ajang perdamaian melalui ungkapan Kasih Sayang. Sebab bagaimanapun juga Valentine dalam perkembangannya dapat dijuluki sebagai Saint of Lovers.
Valentine’s Day, eksistensinya makin meluas. Bukan hanya melanda pada jiwa dan kebutuhan kawula muda, tetapi sudah merasuk pada sisi kehidupan secara massal. Terbukti, nilai kasih sayang itu tidak hanya tercipta dan untuk memperingati hari-hari istimewa saja. Melainkan, kasih sayang menjadi suatu dinamika dari kehidupan manusia yang sejak dulu hingga sekarang terus berkembang.

(Penulis adalah pemerhati masalah sosial dan budaya).

Sabtu, 14 Februari 2009

Jumat, 13 Februari 2009

Ello - Masih Ada



Lirik Ello - Masih Ada

Hari-hariku lewati hanya sendiri tanpa kekasih
Tapi tetap ku nikmakti indahnya hari tanpa tambatan hati

Reff:
Aku ingin menjadi setitik awan kecil dinadi
Bersama mentari
Walaupun kusendiri tapi aku masih ada
Masih ada cinta dihati

Kadang aku merindukan
Merindukan sentuhan
Sentuhan wanita

Ingin ku curahkan semua
Semua hasrat dijiwa
Yang t’lah lama ku pendam

Back to Reff:

Hari-hariku lewati hanya sendiri tanpa kekasih
Walaupun kusendiri tapi ku masih bisa bahagia

Download --> Klik Aja

Senin, 02 Februari 2009

JADWAL KULIAH D3-TKJ DUTA BANGSA KELAS B

SENIN
17.00-18.30
Algoritma dan Struktur (Tardi, ST, MM)
18.30-20.00
Pemograman Berorientasi Objek I (JENI : 1) (Nanung Nurzula, MT)

SELASA
17.00-18.30
Elektronika Dasar (Yusuf Sulistyo, TS)
18.30-20.00
Jaringan Komputer II (CCNA) (Haryanto, ST.M.Cs)

RABU
17.00-18.30
Fisika Dasar (Yusuf Sulistyo, TS)
18.30-20.00
Administrasi Sistem Komputer (Tominanto, S.Kom)

KHAMIS
17.00-18.30
Sistem Operasi II (Linux) (Ary Setyadi, ST)
18.30-20.00
Matematika II : Aljabar Linier (Drs. Hernawadi)

JUM'AT
17.00-18.30
Pengantar Telekomunikasi (Haryanto, ST.M.Cs)
18.30-20.00
Bahasa Inggris (Ratini Setyowati, S.Pd)

regarbagus.fonwar.com

Ini Kode Link Ku... Copy yach...

Pyzam Glitter Text Maker

<span id="pyzam-glittertext-start" style="display: none;"></span> <p><a href="http://regarbagus.blogspot.com/"><img border="0" alt="Pyzam Glitter Text Maker" src="http://www.pyzamstuff.com/blingfetti/0/0c/3f87e45a87e93732e8d85452782d86.gif"/></a></p>

mbh gooGle...

aku lagi suka nonton...

Iseng_

Chat Yuk...

http://www.meebo.com/rooms

Yang Pengen Diskusi Apa Aja Boleh...

Your Name :
Your Email :
Subject :
Message :
Image (case-sensitive):

Lagu