Senin, 22 September 2014

Apa Tugas dan Tanggung Jawab Teller Bank

KAS DAN TELLER
PERATURAN
1. Teller adalah petugas Bank yang pekerjaan sehari-harinya berhadapan dengan nasabah dan masyarakat umum. Bank harus menyeleksi petugas yang akan ditunjuk sebagai Teller karena cara kerja, sikap dan tindak tanduk serta cara pelayanannya kepada nasabah dan masyarakat umum, secara tidak langsung mencerminkan keadaan dan reputasi Bank. Sikap dan tindak tanduk serta pelayanan Teller dimaksud, harus diawasi secara rutin oleh manaje¬men terutama Head Teller dan/atau Cash Officer.
2. Untuk keperluan transaksi sehari-hari, Teller dilengkapi dengan uang tunai yang jumlahnya cukup untuk kebutuhan satu hari transaksi yang normal (jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing Teller). Sebagai salah satu tindakan preventip Bank, Teller dilengkapi juga dengan “bait money” dengan pecahan rupiah serta nominal tertentu. Teller mencatat nomor-nomor seri uang tersebut, dan catatan dimaksud disimpan oleh Head Teller. Selain dari uang tunai, setiap Teller juga dileng¬kapi dengan mesin validasi atau “Teller’s Stamp”, display komputer dan kotak uang untuk menyimpan benda-benda tersebut dan benda-benda lain yang perlu disimpan didalamnya selain uang tunai.
3. Semua slip, check dan warkat serta media lainnya yang diproses oleh Teller harus di cap dengan mesin validasi atau teller’s stamp sebagai tanda terima/pemberitahuan resmi bahwa dokumen-dokumen tersebut sudah diterima atau diproses oleh Bank melalui Teller yang bersangkutan. Tanda yang diterakan oleh mesin validasi menggam¬barkan : nama ” BANK STIEP …….., tanggal, jam dokumen diterima dan nomor kode Teller”.
4. Setiap pembayaran / penerimaan tunai (kas) harus dilaksanakan oleh Teller, kecuali pembayaran yang berhubungan dengan personalia dan pengeluaran Kas Kecil.
5. Uang tunai selain yang disimpan didalam kotak uang Teller, harus disimpan dan selalu berada didalam “Cash Compartment” diruangan Vault Utama. Cash Compartment dapat berupa brankas atau lemari besi yang dilengkapi dengan kunci dan nomor kombi¬nasi. Uang tunai didalam compartment ini berada dibawah tanggung jawab Head Teller dan Cash Officer.
6. Tukar menukar uang, menghitung uang hanya dapat di lakukan didalam Vault Utama, Teller’s Counter, atau tempat-tempat lain yang telah mendapatkan persetujuan tertulis dari instruktur.
7. Teller harus melaksanakan penerimaan/pembayaran uang tunai dicounternya masing-masing. Counter ini diperlengkapi dengan laci-laci / tempat penyimpanan untuk menyimpan uang tunai dan/atau benda-benda berharga lainnya selama hari kerja. Tempat-tempat penyimpanan ini diperlengkapi dengan kunci-kunci, yang anak kuncinya hanya dipegang/disimpan oleh Teller yang bersangkutan. Teller tidak diperkenankan meninggalkan counternya selama waktu kerja. teller yang karena terpaksa harus meninggalkan posisinya harus mengunci laci-laci counter yang didalamnya terdapat benda-benda berharga. Ruangan Teller counter tidak dibenarkan dalam keadaan kosong selama didalamnya masih terdapat benda-benda berharga. Minimal harus ada seorang Teller yang tetap tinggal diruangan ini. Teller counter/ruang Teller counter harus bebas dari benda-benda berharga milik Bank pada akhir hari sehabis aktifitas kerja.
8. Pintu masuk ruangan Teller Counter harus dipasang alat “self locking” yang apabila pintu dibuka, akan menutup dengan sendirinya. Ruangan Teller counter harus selalu terkunci selama benda-benda berharga masih ada didalamnya. Kecuali petugas yang berkepentingan, karyawan lain tidak diperkenankan masuk ruangan ini.
9. Teller yang membutuhkan tambahan uang tunai / Kas, dapat memintanya pada Teller lain atau kepada Head Teller. Permintaan uang tunai/kas pada Teller lain atau kepada Head teller, dilaksanakan dengan mengguna¬kan/mengisi formulir “Teller’s Exchange” (contoh formulir no. 6012.01) yang disetujui/diparaf oleh Head Teller.
10. Teller juga diperlengkapi dengan satu set Kartu Contoh Tanda-tangan yang digunakan untuk mencocok¬kan tanda tangan diatas “house check” yang diuang-kan melalui counter. Hanya Teller yang diperkenankan untuk memegang, melihat kartu contoh tandatangan yang ada pada Teller ini.
11. Jumlah uang tunai/kas yang dapat dibayarkan oleh Teller untuk setiap transaksi harus dibatasi. Batas jumlah ini ditetapkan oleh Direksi. Pembayaran uang tunai/kas yang melebihi batas ini harus disetujui terlebih dahulu oleh Head Teller yang akan meneliti dan mempelajari transaksi pembayaran tersebut untuk kebenarannya/kemungki¬nan-kemungkinan lainnya.Sebagai bukti penelitian/pemeriksaannya, Head Teller harus memaraf cek STIEP Bank atau slip trans¬aksi pembayaran kas tersebut.
12. Teller harus mencatat jumlah uang menurut pecahan dibelakang slip setoran (teller’s copy) check atau slip-slip penerimaan/penyetoran uang tunai/kas untuk setiap jumlah uang tunai yang diterima/di¬bayarkannya.
13. Teller dianjurkan tidak mengisi slip setoran untuk kepentingan nasabah. Teller tidak diperkenankan merubah tulisan-tulisan yang ditulis nasabah diatas slip setoran. (Contoh no. 6012.02). Slip setoran yang mempunyai coretan-coretan yang dimaksudkan untuk memperbaiki kesalahan tulisan diatasnya, hanya dapat diterima apabila coretan tersebut ditandatangani oleh nasabah. Sebaiknya Teller meminta nasabah untuk membuat slip setoran yang baru apabila terdapat coretan-coretan diatas slip setoran.
14. Apabila seorang Teller tidak masuk kerja (absen), uang tunai/kas didalam kotak uangnya secepatnya (paling lama hari berikutnya) diambil dan dihitung oleh Teller lain dibawah pengawasan Head Teller. Stempel Teller yang disimpan didalam cash vault dibawah tanggung jawab dua orang cash vault custo¬dian.
15. Apabila Teller menerima setoran dalam jumlah yang banyak (dalam kwantiti) sehingga untuk menghi¬tungnya akan memakan waktu yang lama, Teller meminta nasabah agar uang setoran tersebut dihitung kemudian apabila keadaan memungkinkan. Kalau permintaan ini disetujui oleh penyetor, Teller akan menstempel slip setoran ini dengan kata-kata “Penghitungan setoran ini dipercayakan kepada Bank”. Penyetor menandatangani slip setoran didekat kata-kata ini dengan perjanjian tidak akan menuntut Bank seandainya terdapat kekurangan dari jumlah setoran yang ditulisnya. Ketentuan ini harus termasuk didalam ketentuan-ketentuan setoran yang tertera dibelakang slip setoran. Setoran ini disimpan terpisah dari tumpu¬kan-tumpukan uang lainnya dan dihitung secepatnya kalau keadaan memungkinkan. Teller tidak dibe¬narkan membayarkan uang ini sebelum dihitung.
16. Jika ada kecurigaan terhadap kemungkinan pemalsuan tanda tangan atau perubahan dari isi cek/bilyet giro, atau warkat lainnya, orang yang menyetorkan haruslah diusahakan untuk ditahan dengan cara yang diplomatis sementara cek / bilyet giro / warkat lainnya tersebut diperiksa oleh instruktur yang berwenang yang akan menentukan tindakan yang akan diambil.
17. Untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan terhadap setoran kliring dengan menggunakan cek bank lain ( misalnya: karyawan kliring lupa membubuhi cap kliring pada lembar cek, dan kemungkinan ditunaikan oleh pihak yang tidak berwenang), maka Teller wajib segera membubuhi tanda silang pada sudut kiri atau mengcross check tersebut.
18. Penarikan kembali setoran house check, kliring oleh nasabah, wajib mendapat persetujuan dari Head Teller dengan tidak lupa meminta kembali lembar bukti nasabah untuk dimusnahkan.
19. Kas Kecil : Kas Kecil merupakan bagian perkiraan Uang Muka Biaya dengan Buku Pembantu tersendiri. Maksimum jumlah uang dalam kas kecil ditetapkan oleh instruktur dengan memorandum yang khusus dikeluarkan untuk itu. Sedangkan sistem pencatatan Kas Kecil menggunakan sistem “IMPRES FUND”.


dikutip dari http://pelatihanbank.wordpress.com/2012/12/22/apa-tugas-dan-tanggung-jawab-teller-bank/

Tugas dan Fungsi Customer Service

Tugas utama seorang Customer Service adalah memberikan pelayanan yang prima dan membina hubungan baik dengan nasabah/klien. Seorang Customer Service juga harus bertanggungjawab dari awal sampai selesainya suatu pelayanan. Customer Service dapat juga berfungsi sebagai :
 
1. Penerima Tamu
Dalam hal ini Customer Service melayani pertanyaan yang diajukan tamu dan memberikan informasi yang diinginkan selengkap mungkin dengan sopan, ramah, menarik dan menyenangkan. Harus selalu memberikan perhatian , bicara dengan suara jelas dan lembut, serta menggunakan bahasa yang mudah dimengerti.
 
2. Customer Relation Office
Artinya bahwa Customer Service adalah orang yang dapat membina hubungan baik dengan klien. Sehingga merasa puas, senang, dan makin percaya. Customer Service harus menyiapkan formulir atau brosur untuk tamu, ikut membantu mengisi formulir.
 
3. Komunikator
Dengan cara memberikan segala informasi dan kemudahan-kemudahan kepada tamunya, juga sebagai tempat menampung keluhan, keberatan atau tempat konsultasi.
 
Syarat Customer Service
1. Syarat Fisik :
- Menarik dari segi wajah
- Tingga badan dan berat badan harus proporsional, misalnya tinggi badan ideal untuk laki-laki 165 cm dan wanita 160 cm.
- Memiliki kesehatan jasmani dan rohaninya.
 
2. Syarat mental, harus memiliki :
- Mental yang kuat dalam melayani pelanggan/klien, karena akan memberikan kepercayaan diri yang lebih baik, memberikan keyakinan dan menimbulkan sifat kejujuran dan tanggungjawab yang besar terhadap apa yang dilakukannya.
 
3. Syarat Kepribadian :
- Energik dan gesit
- Rasa humor dan selalu ingin maju
- Mampu mengendalikan diri
- Tidak mudah marah
- Tidak terpancing untuk berkata atau berbuat kasar.
 
4. Syarat Sosial :
- Jiwa Sosial yang tinggi
- Bijaksana
- Budi pekerti yang luhur
- Pandai bergaul dengan siapapun
- Dapat bekerjasama dan berkomitmen dengan berbagai pihak.


Sabtu, 19 Oktober 2013

Membuat Ranking Tanpa Menghasilkan Nilai Ganda

Membuat Ranking atau Peringkat Kelas (formula standard) Ranking kelas menunjukkan sebuah tingkat keberhasilan yang diraih oleh peserta didik atau siswa dalam menjalani aktifitas belajarnya, ranking sendiri dihasilkan dari beberapa kriteria sebagai contoh; jumlah nilai ujian atau rata-rata yang diperoleh dalam ujian. Sebagai contoh, kita ingin menampilkan ranking dari masing-masing siswa untuk jumlah yang diperoleh dari sebuah ujian – yang terlihat seperti gambar berikut :

 
Seperti yang dijelaskan di awal, pemberian ranking dapat dilaksanakan jika kita sudah menentukan kriterianya dan kriteria yang tepat dari contoh kasus di atas adalah Jumlah Nilai Ujian, sehingga jika dimasukkan dalam sebuah formula excel (sel C2) akan menjadi seperti berikut : =RANK(B2;B$2:B$8;0)

hasil penerapan fungsi Rank dalam sebuah data

Jika formula tersebut di copy paste sampai dengan baris terakhir, maka akan menghasilkan ranking seperti berikut : Terlihat dari hasil tersebut terdapat dua siswa yang mendapat ranking yang sama (ranking 3), hal ini bukan berarti formula yang kita masukkan salah – akan tetapi dalam database tersebut terdapat dua nilai yang memiliki jumlah nilai yang sama (129) sehingga menampilkan hasil ranking yang sama pula. Tentunya hal ini ‘sedikit’ mengganggu, terlebih jika dalam database yang tidak menutup kemungkinan akan menampilkan beberapa nilai yang sama. Terus bagaimana solusinya…? Membuat Ranking Tanpa Menghasilkan Nilai Ganda Dalam tutorial sebelumnya telah dijelaskan cara membuat sebuah ranking atau peringkat untuk sebuah database, akan tetapi terdapat sedikit ‘kesalahan’ dalam formula yang dimasukkan – sehingga menampilkan ranking atau peringkat yang sama.


Pada tutorial kali ini akan dibahas sebuah formula untuk memperbaiki ‘kesalahan’ yang terjadi pada tutorial sebelumnya. Kita ambil contoh data seperti berikut :

 Database Membuat ranking tanpa hasil ganda

Dari data tersebut terdapat dua siswa yang mendapat jumlah nilai yang sama, sehingga apabila kita memasukkan sebuah formula RANK murni sudah pasti akan menampilkan ranking yang sama pula. Untuk memperbaikinya, tuliskan formula berikut di sel C2 =RANK(B2;B$2:B$8)+COUNTIF(B$2:B2;B2)-1 Copy paste formula ke baris terakhir dan lihat hasilnya.

diambil dari --> http://www.rumahexcel.com/2012/11/membuat-ranking-atau-peringkat-kelas.html dan http://www.rumahexcel.com/2012/11/membuat-ranking-tanpa-menghasilkan.html

Sabtu, 06 Juli 2013

Metode Inkuiri I METODE PEMBELAJARAN

Metode inkuiri adalah metode pembelajaran dimana siswa dituntut untuk lebih aktif dalam proses penemuan, penempatan siswa lebih banyak belajar sendiri serta mengembangkan keaktifan dalam memecahkan masalah.
Metode mengajar adalah suatu pengetahuan tentang cara –cara mengajar yang dipergunakan oleh seorang guru atau instruktur. Pengertian lain ialah teknik penyajian yang dikuasai guru untuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran kepada siswa di dalam kelas, baik secaraindividual maupun kelompok, agar pelajaran itu dapat diserap, dipahami dan dimanfaatkan oleh siswa dengan baik. Makin baik metode mengajar, makin efektif pula pencapaian tujuan (Ahmadi, 2005 : 52)
Proses inquiri adalah suatu proses khusus untuk meluaskan pengetahuan melalui penelitian. Oleh karena itu metode inquiri kadang-kadang disebut juga metode ilmiahnya penelitian. Metode inquiri adalah metode belajar dengan inisiatif sendiri, yang dapat dilaksanakan secara individu atau kelompok kecil. Situasi inquiri yang ideal dalam kelas matematika terjadi, apabila murid-murid merumuskan prinsip matematika baru melalui bekerja sendiri atau dalam grup kecil dengan pengarahan minimal dari guru. Peran utama guru dalam pelajaran inquiri sebagai metoderator (Sutrisman, Tambunan, 1987 : 6.39).
Metode inquiri pmerupakan metode pengajaran yang berusaha meletakan dasar dan mengembangkan cara befikir ilmiah. Dalam penerapan metode ini siswa dituntut untuk lebih banyak belajar sendiri dan berusaha mengembangkan kreatifitas dalam pengembagnaan masalah yang dihadapinya sendiri. Metode mengajar inquiri akan menciptakan kondisi belajar yang efektif dan kundusif, serta mempermudah dan memperlancar kegiatan belajar mengajar (Sudjana, 2004 : 154).
Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa metode inquiri dalam penelitian ini adalahsuatu teknik instruksional dalam proses belajar mengajar siswa diharapkan pada suatu masalah, dan tujuan utama menggunakan metode inquiri adalah membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan penemuan ilmiah.
Sedangkan asumsi-asumsi yang mendasari metode inquiri adalah sebagai berikut :
1. Keterampilan berpikir kritis dan berpikir dedukatif sangat diperlukan pada waktu mengumpulkan evidensi yang dihubungkan dengan hipotesis yang telah dirumuskan oleh kelompok
2. Keuntungan para siswa dari pengalaman-pengalaman kelompok di mana mereka berkomunikasi, berbagai tanggung jawab dan bersama-sama mencari pengetahuan.
3. Kegiatan-kegiatan belajar yang disajikan dalam semangat berbagi inquri menambah motivasi dan memajukan partisipasi aktif (Hamalik, 2003 : 64).
Syarat-syarat Penerapan Metode Inquiri
Adapun syarat-syarat penerapan metode inquiri adalah :
• Merumuskan topik inquiri dengan jelas dan bermanfaat bagi siswa
• Membentuk kelompok yang seimbangn, baik akademik maupun sosial
• Menjelaskan tugas dan menyediakan balikan kepada kelompok-kelompok dengan cara yang responsif dan tepat waktunya.
• Sekali-kal perlu intervensi oleh guru agar terjadi interaksi antarpribadi yang sehat dan demi kemajuan tugas.
• Melaksanakan penilaian terhadap kelompok, baik terhadap kemajuan kelompok maupun terhadap hasil-hasil yang dicapai (Hamalik, 2004 : 65).
Sedangkan menurut pendapat Sudjana (2004 : 155) dalam menerapkan metode inquiri ada beberapa tahapan yaitu :
• Perumusan masalah untuk dipecahkan siswa
• Menetapkan jawaban sementara atau lebih dikenal dengan istilah hipotesis
• Siswa mencari informasi, data, fakta yang diperlukan untuk menjawab permasalahan atau hipotesis
• Menarik kesimpulan jawaban atau generalisasi
• Mengaflikasikan kesimpulan/generalissi dalam situasi baru.0
Penerapan metode inquiri dalam proses belajar mengajar menuntut keaktifan siswa dalam belajar individu, maupun kelompok. Mereka harus memahami dan menyelesaikan soal-soal yang terkait dengan himpunan bagian.
Kelebihan dan Kelemahan Metode Inquiri
a. Kelebihan Metode Inquiri
1. Siswa aktif dalam kegiatan belajar, sebab ia berfikir sebab ia berfikir dan menggunakan kemampuan untuk hasil akhir
2. Perkembangan cara berfikir ilmiah, seperti menggali pertanyaan, mencari jawaban, dan menyimpulkan / memperoses keterangan dengan metode inquiri dapat dikembangkan seluas-luasnya
3. Dapat melatih anak untuk belajar sendiri dengan positif sehingga dapat mengembangkan pendidikan demokrasi.
b. Kelemahan metode inquiri
1. Belajar mengajar dengan metode inquiri memerlukan kecerdasarn anak yang tinggi. Bila anak kurang cerdas, hasilnya kurang efektif
2. Metode inquri kurang cocok pada anak yang usianya terlalu muda, misalnya anak SD.
Berdasarkan pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa setiap metode mempunyai kelebihan dan kekurangan tetapi semua itu dapat diatasi dengan baik jika seorang guru kreatif dalam menggunakannya dan siswa akan terlihat aktif dalam proses belajar mengajar. Metode Inkuiri

dikutip dari 

Senin, 18 Februari 2013

Sabtu, 27 Oktober 2012

Sabtu, 05 Mei 2012

Cara Mengetahui / Cek Nomer Hp Sendiri

Buat Anda yang suka gonta ganti nomor kadang-kadang suka lupa nomor HP sendiri. Cara mudah mengetahui nomor HP kita yaitu dengan missed call ke HP lainnya, tapi masalahnya kalau pulsa kita habis tidak bisa missed call maka akan jadi masalah sendiri apalagi jika kotak kartu perdana yang bertuliskan nomor kita juga hilang pastinya kita akan sulit mengetahui nomor HP kita ini. Sebenarnya kita bisa mengisi pulsa ini dengan voucher fisik kemudian lakukan missed call tapi kadang masalahnya kalau kita tidak menemukan penjual voucher fisik yang ada penjual voucher elektrik. Tentunya dalam hal ini sangat penting untuk menge-cek mengetahui nomor HP sendiri yang kita pakai saat itu. Berikut cara mudah untuk menge-cek / mengetahui nomor HP sendiri :
  • Cara cek nomor Hp Indosat (IM3 dan Mentari)
    Ketik : *777*8# lalu Yes / Call
  • Cara cek nomor Hp XL
    Ketik : *123*22*1*1# lalu Yes / Call
  • Cara cek nomor Hp Telkomsel (Simpati dan As)
    Ketik : *808# lalu Yes / Call
  • Cara cek nomor Hp Axis
    Ketik : *2# lalu Yes / Call
  • Cara cek nomor Hp Three
    Ketik : *998# lalu Yes / Call
  • Cara cek nomor Flexi
    Ketik lewat SMS : INFO lalu kirim ke 678
  • Cara cek nomor Hp CDMA (Flexi, Esia, StarOne, Smart dan Fren)
    Pasang simcard di ponsel Nokia, lalu ketik : *3001#kode pengaman# . Contoh : *3001#12345# Lalu tunggu sampai keluar Menu, pilih NAM1 kemudian geser kebawah pilih “Own number (MDN)“
Catatan : jika cara-cara di atas tidak berhasil kemungkinan pihak operator sudah mengubah kode cara pengecekan, untuk kode terbaru silahkan hubungi pihak operator sesuai dengan kartu yang Anda pakai.

sumber>http://sp.tokojali.com/tips-trik/cara-mengetahui-cek-nomer-hp-sendiri.html

regarbagus.fonwar.com

Ini Kode Link Ku... Copy yach...

Pyzam Glitter Text Maker

<span id="pyzam-glittertext-start" style="display: none;"></span> <p><a href="http://regarbagus.blogspot.com/"><img border="0" alt="Pyzam Glitter Text Maker" src="http://www.pyzamstuff.com/blingfetti/0/0c/3f87e45a87e93732e8d85452782d86.gif"/></a></p>

mbh gooGle...

aku lagi suka nonton...

Iseng_

Chat Yuk...

http://www.meebo.com/rooms

Yang Pengen Diskusi Apa Aja Boleh...

Your Name :
Your Email :
Subject :
Message :
Image (case-sensitive):

Lagu