
Rabu, 24 Juli 2019
PENGUCAPAN SUMPAH / JANJI ANGGOTA BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD)
Singorojo_ Bupati Kendal melalui Camat Singorojo, Melantik 72 orang dari 10 Desa di Singorojo, di Aula Kecamatan Singorojo, Selasa (23/07).
Pada Kesempatan kali ini Camat Singorojo Sunarto, S.Sos. Menyampaikan Sambutan Bupati Kepada Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang baru saja dilantik, agar segera bekerja dengan baik, benar, jujur dan ikhlas untuk mengabdikan diri kepada masyarakat Desanya, serta dapat bergandengan tangan, bekerjasama dengan Pemerintahan Desa dan masyarakat dalam merencanakan Pembangunan Desanya, sehingga seluruh kegiatan yang dilaksanakan dapat berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan yang di harapkan. Apalagi sebentar lagi akan ada Pilkades serentak serta Pemilukada Tahun 2020, agar para BPD yang dilantik supaya ikut berperan aktif, ikut serta menjaga Kamtibmas Desanya masing – masing untuk tetap aman dan kondusif.
Acara Pengucapan Sumpah / Janji Anggota BPD yang diawali dengan menyanyikan bersama Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, berjalan dengan lancar, selain Penyerahan SK Pengesahan Anggota BPD Periode 2019-2025, juga diadakan do’a bersama selanjutnya sebagai akhir acara Camat Singorojo mengawali Pemberian Ucapan Selamat dan diikuti oleh seluruh tamu undangan. (rg)
PAGELARAN KETOPRAK
SINGOROJO_ Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata, mengadakan PAGELARAN KETOPRAK dalam rangka PROMOSI PARIWISATA & MEMPERINGATI HARI JADI KABUPATEN KENDAL Ke-414 Tahun 2019, yang diadakan di Lapangan Desa Ngareanak, Kecamatan Singorojo, Sabtu 20 Juli 2019.
Pada kesempatan ini, Bupati dr. Mirna Annisa memberikan sambutan sekaligus Pembukaan Acara tersebut didampingi Kades-kades Singorojo dan Disporapar. Hadir Pula Sinok dan Sinang Kendal 2018 turut memeriahkan acara tersebut.
Acara tersebut Berjalan dengan lancar dan disambut baik oleh Masyarakat Kendal terutama Kecamatan Singorojo. Pagelaran Ketoprak dengan Lakon Lutung Kasarung (Raden Kamandaka) mampu memberikan hiburan kepada masyarakat.
Ibu Mirna berharap dengan adanya Pagelaran Ketoprak diharapkan mampu memberikan keakraban antara warga dan Kepala-kepala Desa. (rg)
Rabu, 17 Juli 2019
Cara Membuat Saus Steak Sederhana di Rumah ala Restoran, Lezat Menggoda
Bahan Steak Daging Rumahan:
- 3 iris besar steak
daging sirloin
- 3 buah kentang
(potong, rebus)
- 1 buah wortel (potong,
rebus)
- 3 buah buncis (potong,
rebus)
- 1 sdm mentega
Bumbu Steak Daging Rumahan:
- 3 sdt kecap asin
- 3 sdm minyak goreng
- 1/4 sdt soda kue
- 3 sdm saus tiram
- garam dan merica bubuk
secukupnya
Bahan dan Bumbu Membuat Saus Steak Daging Rumahan:
- 1/2 bagian bawang
bombay (cincang halus)
- 1 gelas sedang air
- 3 sdm tepung meizena
- garam secukupnya
- 3 sdm kecap manis
- 1 sdt kecap inggris
- 3 sdm saus tomat
- 2 sdt gula palm
Cara Membumbui Steak Daging:
1.
Pertama-tama, bumbui atau melumuri daging steak dengan bumbu
hingga meresap dan semua bagian daging, baik di sisi belakang maupun di bagian
depan terlumuri dengan merata oleh bumbu yang sudah terlebih dahulu disiapkan.
2.
Setelah daging dilumuri dengan bumbu secara merata. Jangan
terlebih dahulu dimasak atau diberikan bahan lain.
3.
Diamkan terlebih dahulu daging selama kurang lebih 30 menit agar
bumbu meresap ke dalam daging.
4.
Setelah didiamkan dengan waktu 30 menit, siapkan alat untuk
memanggang.
5.
Untuk memanggang daging steak, jika kamu tidak punya pemanggang
steak atau alat panggangan steak yang khusus. kamu bisa menggunakan pan atau
wajan anti lengket seperti teflon dengan melumuri bagian dasar pan dengan
mentega kemudian panggang hingga kecoklatan dan matang.
Cara Membuat Saus Steak:
1.
Panaskan mentega dalam wajan kemudian tumis bawang bombay hingga
tercium bau aroma harum dan bawang menjadi lebih layu.
2.
Setelah bawang layu, baru masukkan semua bahan saus kecuali
tepung mazeina.
3.
Aduk-aduk hingga tercampur rata dan tidak ada bagian saus yang
menggumpal.
4.
Masukkan juga bumbu seperti garam dan gula, kemudian cicipi
hingga bumbu dirasa pas.
5.
Setelah bumbu dirasa pas, larutkan tepung mazeina dengan sedikit
air dan tuangkan pada tumisan saus, aduk-aduk hingga saus mengental dan
merata.
Terakhir angkat saus dan
sirami dibagian atas steak daging yang sudah dibakar. Sajikan steak daging yang
sudah matang dengan bahan pelengkap yang ditata di bagian pinggirnya. Siram
saus ke daging steak dan sajikan.
Sumber: Liputan6.com
Selasa, 28 Mei 2019
Singorojo, Kendal
Singorojo (Jawa: ꦱꦶꦔꦫꦗ, translit. Singaraja) adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Kecamatan Singorojo merupakan satu dari 20 kecamatan di Kabupaten Kendal Propinsi Jawa Tengah, dengan batas- batas wilayah; sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Kaliwungu Selatan dan Kecamatan Pegandon, sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Temanggung, Sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Patean, dan sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Boja dan Limbangan.
Geografi
Ketinggian tanah di Kecamatan ini berkisar antara 100-379 meter di atas permukaan laut.Luas wilayah Kecamatan Singorojo adalah sebesar 119,31 km 2 .Dari luas tersebut 31,80 km 2 atau (26,65%) adalah lahan tegalan/penggembalaan.Sedangkan untuk lahan perkebunan sebesar 30,45 km 2 atau sebesar (25,52%). Secara umum wilayah Kecamatan Singorojo mayoritas berupa dataran tinggi dengan ketinggian tanah berkisar antarsekitar 100- 378 meter di atas permukaan laut (dpl).
Jarak desa ke kecamatan relatif dekat karena letak ibu kota kecamatan yaitu desa Ngareanak berada di tengah- tengah kecamatan. Desa yang terjauh dari kantor Kecamatan Singorojo adalah desa Cening yaitu berjarak 24 Km, sedangkan yang terdekat adalah desa Ngareanak karena letak kantor Kecamatan berada di desa tersebut. Transportasi yang biasa di gunakan menuju kantor Kecamatan adalah kendaraan roda 2, karena tidak ada angkutan desa
Secara geografis desa-desa di Singorojo dapat di bagi menjadi 5 bagian yaitu sebelah Utara kecamatan, berada di dalam Kecamatan, sebelah Timur Kecamatan, di sebelah Barat Kecamatan, dan sebelah Selatan Kecamatan. Di sebelah Utara meliputi 3 desa yaitu desa Merbuh, desa Trayu dan desa Kertosari. Untuk desa yang berada di dalam Kecamatanah yaitu desa Ngareanak. Desa yang berada Timur adalah desa Kedungsari. Sebelah Selatan meliputi 4 desa yaitu desa Banyuringin, desa Sukodadi, desa Kaliputih dan desa Cening. Sedangkan di sebelah Barat ada 3 desa yaitu desa Cacaban, desa Kalirejo dan desa Singorojo. Sementara Luas Kecamatan Singorojo terbagi menjadi 13 desa, yaitu desa Cening, desa Sukodadi, desa Kaliputih, desa Getas, desa Banyuringin, desa Kedungsari, desa Ngareanak, desa Singorojo, desa Cacaban, desa Kalirejo, desa Merbuh, desa Trayu dan desa Kertosari. Desa dengan wilayah terluas adalah Desa Getas dengan luas 17,90 km2 (15,00 persen), dan desa paling kecil adalah Desa Cacaban dengan luas 3,15 km2 (2,64 persen).
Iklim
Menurut Mantri pengairan ,rata-rata curah hujan di Wilayah Kecamatan Singorojo pada tahun 2015 berkisar 217 mm/tahun. Rata-rata ini lebih rendah apabila dibandingkan dengan tahun 2014 sebesar 271 mm. Sementara itu, rata-rata banyaknya hari hujan pada tahun 2016 sekitar 11 hari. Banyaknya hari hujan dan curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Januari dimana jumlah hari hujan tercatat 23 hari dan curah hujan mencapai angka tertinggi sebesar 543 mm juga pada bulan Januari. Sementara Banyaknya hari hujan dan curah hujan terendah terjadi pada bulan Juli sampai dengan September dimana tidak ada hujan.
Kecamatan
Wilayah Kecamatan Singorojo dipimpin oleh seorang Camat yang bertanggung jawab kepada Bupati. Sedangkan wilayah desa dipimpin oleh seorang Kepala Desa yang bertanggung jawab kepada Bupati melalui Camat. Secara administratif, Camat diangkat dan diberhentikan oleh Bupati, sedangkan Kepala Desa dipilih langsung oleh masyarakat di desa yang bersangkutan. Wilayah Kecamatan Singorojo terbentuk dari beberapa Desa, sedangkan setiap Desa terdiri dari beberapa Dusun/Dukuh. Dusun sendiri terbentuk dari beberapa Rukun Warga (RW), Sedangkan RW terdiri dari beberapa Rukun Tetangga (RT). Wilayah Kecamatan Singororjo terdiri dari 13 desa, 68 Dusun/Dukuh, 89 RW, dan 349 RT. Dari 13 desa tersebut, desa dengan jumlah RT terbanyak adalah Desa Kertosari (66 RT) dan desa dengan jumlah RT paling sedikit adalah Desa Cacaban (8 RT). Sementara itu, desa dengan jumlah RW paling banyak adalah Desa Kertosari dengan jumlah 8 RW, dan desa dengan jumlah RW paling sedikit adalah desa Cacaban dan Trayu (3 RW). Dalam kurun waktu empat tahun terakhir, perkembangan jumlah RT di Kecamatan Singorojo mengalami peningkatan. Jumlah RT yang berjumlah 345 RT pada tahun 2010, mengalami penambahan 4 RT menjadi 349. Sedang jumlah RT pada tahun 2011, hingga sekarang tidak mengalami penambahan.
Desa
Seiring berkembangnya kehidupan Desa, maka pelayanan aparatur desa terhadap berbagai kebutuhan masyarakat harus semakin ditingkatkan. Apalagi, berbagai program pembangunan (baik dari pemerintah Pusat, Provinsi, maupun Kabupaten) dewasa ini sudah difokuskan pada pembangunan berbasis desa. Secara umum, keberadaan aparatur desa di wilayah Kecamatan Singorojo sudah relatif baik. Hal ini ditandai dengan telah tercukupinya perangkat desa yang membantu tugas-tugas Kepala Desa, meskipun jumlahnya tidak sama untuk setiap desa. Desa dengan perangkat terbanyak adalah desa Getas 24 Orang, sedang desa dengan perangkat paling sedikit adalah desa Ngareanak dan desa Kedungsari.
Desa/kelurahan
- Banyuringin
- Cacaban
- Cening
- Getas
- Jerukgiling (sudah tidak ada *red)
- Kaliputih
- Kalirejo
- Kedungsari
- Kertosari
- Merbuh
- Ngareanak
- Singorojo
- Sukodadi
- Trayu
dikutip dari: Wikipedia
Ini sekedar Info saja, karena saya sudah lama tidak memposting Blog :D
Selasa, 17 Februari 2015
KECAMBAH DAN AIR GULA UNTUK DOC
Pemberian kecambah pada DOC sebelum pengiriman bertujuan supaya tidak
terjadi dehidrasi saat perjalanan,dan pemberian kecambah pada DOC
setelah sampai tujuan supaya kondisi DOC kembali pulih kesehatan nya dan
tidak lemah atau lemas.
Kecambah mempunyai manfaat dapat mencegah dehidrasi, oleh karena itu DOC harus di beri kecambah sebelum pengiriman atau setelah sampai tujuan.
Untuk transportasi jarak dekat yang membutuhkan waktu jarak tempuh paling sedikit 3-4jam untuk sampai ke tempat tujuan dan paling lama pengiriman membutuhkan waktu rata-rata 12 jam. DOC yang baru menetas berumur 1 hari harus di kirim ke berbagai pelosok wilayah indonesia dengan menggunakan transportasi mobil exspedisi,kereta api(KA),atau pesawat. Apalagi DOC harus transit atau menginap di stasiun atau bandara beberapa jam,setelah itu baru melanjutkan perjalanan.Belum lagi kita tidak tahu dengan kondisi di stasiun atau bandara, yang terkadang cuaca pun tidak menentu.
Dalam perjalanan yang cukup lama DOC tidak ada kesempatan makan atau minum. Hal ini yang membuat DOC stres berat dan dehidrasi(kehilangan cairan tubuh). Menurut penelitian dehidrasi yang di alami selama perjalanan 12 jam saja bisa kehilangan cairan berat badan sekitar 7-10cc setara dengan kehilangan berat badan 1-10gram.Dehidrasi ini di sebabkan cuaca panas saat perjalanan dan pergerakan DOC. Kalau hal ini di biarkan maka kondisi DOC akan menurun,lemah/lemas terus kemudian mati.
Untuk mengatasi masalah tersebut,maka di anjurkan pemberian kecambah pada DOC sebelum pengiriman atau setelah sampai tempat tujuan, dan penambahan air gula begitu DOC datang juga bermaanfaat mengembalikan sebagian cairan tubuh yang hilang. Setidaknya dengan pemberian kecambah pada DOC bisa mengurangi kematian saat pengiriman.
Oleh karena itu pemberian kecambah pada DOC sebelum pengiriman sangat lah penting sebab bertujuan supaya tidak terjadi dehidrasi saat perjalanan,dan pemberian kecambah pada DOC setelah sampai tujuan supaya kondisi DOC kembali pulih kesehatan nya dan tidak lemah/lemas.
Kecambah mempunyai manfaat dapat mencegah dehidrasi, oleh karena itu DOC harus di beri kecambah sebelum pengiriman atau setelah sampai tujuan.
Untuk transportasi jarak dekat yang membutuhkan waktu jarak tempuh paling sedikit 3-4jam untuk sampai ke tempat tujuan dan paling lama pengiriman membutuhkan waktu rata-rata 12 jam. DOC yang baru menetas berumur 1 hari harus di kirim ke berbagai pelosok wilayah indonesia dengan menggunakan transportasi mobil exspedisi,kereta api(KA),atau pesawat. Apalagi DOC harus transit atau menginap di stasiun atau bandara beberapa jam,setelah itu baru melanjutkan perjalanan.Belum lagi kita tidak tahu dengan kondisi di stasiun atau bandara, yang terkadang cuaca pun tidak menentu.
Dalam perjalanan yang cukup lama DOC tidak ada kesempatan makan atau minum. Hal ini yang membuat DOC stres berat dan dehidrasi(kehilangan cairan tubuh). Menurut penelitian dehidrasi yang di alami selama perjalanan 12 jam saja bisa kehilangan cairan berat badan sekitar 7-10cc setara dengan kehilangan berat badan 1-10gram.Dehidrasi ini di sebabkan cuaca panas saat perjalanan dan pergerakan DOC. Kalau hal ini di biarkan maka kondisi DOC akan menurun,lemah/lemas terus kemudian mati.
Untuk mengatasi masalah tersebut,maka di anjurkan pemberian kecambah pada DOC sebelum pengiriman atau setelah sampai tempat tujuan, dan penambahan air gula begitu DOC datang juga bermaanfaat mengembalikan sebagian cairan tubuh yang hilang. Setidaknya dengan pemberian kecambah pada DOC bisa mengurangi kematian saat pengiriman.
Oleh karena itu pemberian kecambah pada DOC sebelum pengiriman sangat lah penting sebab bertujuan supaya tidak terjadi dehidrasi saat perjalanan,dan pemberian kecambah pada DOC setelah sampai tujuan supaya kondisi DOC kembali pulih kesehatan nya dan tidak lemah/lemas.
Bergabunglah
bersama MITRA ABADI FARM untuk memperbarui semua informasi dan
perkembangan terbaru ayam kampung dan ayam kampung super.
by docayamkampungboyolali.com
Senin, 16 Februari 2015
KANIBALISME PADA AYAM KAMPUNG
Sifat Kanibalisme juga bisa saja terjadi
pada ayam, biasanya ayam akan me matuk-matuk tubuhnya sendiri bahkan
memakan kawan sendiri. Kanibalisme pada ayam dapat disebabkan oleh
beberapa faktor antara lain:
kiat-kiat untuk mengatasinya, antara lain :
- Memicu timbulnya sifat kanibalisme karena kekurangan pakan dan defisiensi mineral (batu-batuan (grit), mineral (NaCI dan Kalsium) dan kandungan nutrisi lainnya. Kekurangan Kalsium pada ayam petelur bisa memnyebabkan ayam mematuk telur untuk mencukupi kebutuhan Kalsium. Ayam akan mematuk bulu, pial, jari-jari kaki ayam lainnya pada ayam broiler, bahkan bisa saja menyebabkan kematian.
- Suhu ruang yang meningkat akibat kepadatan populasi dalam kandang akan mengakibatkan ayam akan saling berebut atau bertarung yang menyebabkan kanibalisme untuk mendapatkan tempat yang nyaman.
- Umur yang tidak seragam bisa menyebabkan ternak yang dewasa menyerang ternak yang lebih muda, akan fatal bila pematukan terkena organ vital maupun organ lainya.
- Unggas yang stres akibat keadaan suhu kandang yang terlalu dan lembab. Hal ini dapat memicu timbulnya kanibalisme karena ternak berusaha melepaskan panas tubuh dengan mencari tempat yang nyaman.
- Secara alamiah ternak akan berebut makanan,ternak akan saling mematuk satu sama lain jika tempat pakan yang tersedia terlalu sedikit, baik dari segi jumlah maupun luasnya.
- Rasa gatal yang disebabkan oleh kutu, caplak, tungau, dan pinjal juga menyebabkan kanibalisme, ayam akan mematuk-matuk tubuhnya bahkan sampai berdarah.
- Sifat alami ayam yang mematuk warna merah seperti jengger, ayam akan mematuk jengger unggas lainnya hal ini sering terjadi pada ayam kampung dan ayam petelur.
kiat-kiat untuk mengatasinya, antara lain :
- Menambah pakan dan air bersih, kalau perlu air minum ditambah dengan sedikit garam dapur, yaitu 5g/liter air selama dua (2) hari berturut-turut.
- Agar ternak dapat dengan mudah melepas panas tubuhnya, populasi kepadatan ayam dalam kandang dikurangi supaya banyak menyisakan ruang gerak. Kepadatan kandang sebaiknya 11-12 per meter persegi, hal ini untuk daerah pegunungan. Untuk memelihara dalam bentuk koloni, sebaiknya umur ternak harus seragam, karena unggas yang lebih muda akan menjadi sasaran kanibalisme.
- Suhu ideal untuk unggas sekitar 33 C. Suhu ruangan kandang diharuskan tetap segar dan kelembapan tetap baik tentunya dengan fentilasi kandang yang baik.
- Agar semua ternak mempunyai akses terhadap pakan, Takaran pakan diberikan sedikit lebih banyak dan diberikan secara merata, tempat pakan disesuaikan dengan umur ternak dan jumlah populasi ternak.
- Secara berkala selalu membersihkan kandang, dicuci dan disemprot dengan Antiseptik disinfektan untuk membunuh kutu, caplak. Pemberian obat anti kutu (Kututox atau Kututox-S) untuk mengatasi pinjal tungau. Penyemprotan obat anti lalat untuk mengatasi lalat yang berada di dalam kandang.
- Melakukan pemotongan sedikit paruh ayam agar tidak melukai ketika dipakai untuk mematuk sesamanya. Dengan dipotongnya paruh pada DOC (Day Old Chiken), dapat memberikan keuntungan penanganannya jauh lebih mudah karena paruh masih lunak. Apabila terjadi stress pun kita masih punya waktu luang untuk memulihkan ternak tersebut. Pemotongan paruh biasanya dilakukan pada tipe petelur, yaitu umur 10 - 14 minggu dan 3 - 4 minggu sebelum periode produksi yaitu umur 18 – 20 minggu.
Langganan:
Postingan (Atom)

















































